Bagi anda yang kesulitan untuk menolak seorang kandiat yang kekeuh melamar pekerjaan di kantor anda, disini ada beberapa pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat calon pelamar mundur dengan sendirinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa berdasarkan pada cerita di bawah ini.
Alkisah disebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, Solo, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk “*tidak*” menerima calon karyawan baru :
Wawancara dengan Pelamar (1)
G : Anda punya rumah tidak…?
a : belum
G : Wah, kalau begitu anda tidak diterima disini
a : Lho kok begitu……..?
G : Nanti pasti kamu mengajukan hutang beli rumah di perusahaan
a : Ah.. ga’ kok, sebenarnya orang tua saya kaya raya.
G : Ya malah ga diterima
a : Lho kok begitu…..?
G : Nanti kamu kerja cuma buat hiburan, nongkrang nongkrong aja.
Wawancara dengan Pelamar (2)
G : Anda punya motor tidak?
b : Tidak.
G : Tidak saya terima
b : Lho kok tidak diterima?
G : Nanti kamu pasti minta bantuan kredit motor
b : Sebenarnya punya, tapi masih di kampung, nanti bisa saya bawa kesini, gampang kok.
G : Wah malah tidak diterima….
b : lho kok begitu?
G : Tempat parkir nya sudah penuh
Wawancara dengan Pelamar (3)
G : Anda sudah lulus sarjana?
c : sudah pak….
G : Tidak lulus, saya cari yang lulusan SMA, lebih menurut dan gajinya murah.
c : Sebenarnya saya masih skripsi.
G : Malah tidak diterima…..
c : Lho kok tidak diterima kenapa?
G : Nanti kerjaanmu cuma ngetik skripsi, kalau sudah lulus pasti cari kerjaan di perusahaan lain.
Wawancara dengan Pelamar (4)
G : Anda suka humor?
d : Tidak pak, saya serius kalau bekerja.
G : Tidak lulus…
d : waa……kok begitu pak?
G : Nanti teman-teman dan anak buahmu bisa stress.
d : Sebenarnya saya juga punya selera humor yang tinggi.
G : Malah tidak diterima
d : Lho kok……
G : Nanti anda malah cuma membanyol di kantor, pekerjaan tidak selesai.
Wawancara dengan Pelamar (5)
G : Anda tadi kesini naik apa?
e : Naik mobil
G : Anda tidak diterima
e : Sebabnya ?
G : Sekarang BBM naik terus, nanti anda cuma minta naik gaji terus.
e : Waa, saya tadi cuma numpang teman pak.
G : Malah tidak diterima
e : Lho, lha kok … ?
G : Nanti kerjaannya cuma nebeng mobil kantor. Ngrusuhi!
Wawancara dengan Pelamar (6)
G : Anak anda sedikit atau banyak?
f : Banyak pak
G : Anda tidak diterima
f : Sebabnya?
G : Kerjaanmu nanti ga beres, cuma mikir bikin anak terus.
f : Lha cuma anak adopsi kok.
G : Tambah ga diterima
f : Lho, lha kok … ?
G : Bikin anak aja ga bisa, apalagi kerja
Wawancara dengan Pelamar (7)
G : Anda sudah tahu job desc dari pekerjaanmu?
h : Belum
G : Tidak diterima!
h : Sebabnya?
G : Mau kerja kok ga tau kerjaannya
h : Oo, kalau pekerjaan itu sudah tahu.
G : Tambah tidak diterima
h : Lho, lha kok … ?
G : Anda cuma mau sok pinter aja kan. ?
Wawancara dengan Pelamar (8)
G : Anda bisa internet?
n : Tidak
G : Anda tidak diterima
n : Sebabnya?
G : Perusahaan tidak menerima orang yang buta internet
n : Wah, sebenarnya sih bisa
G : Tambah tidak diterima
n : Lho, lha kok … ?
G : Pasti pekerjaan anda teranggukebanyakan main internet terus
Nah, sudah terinspirasi?




